headline
Petugas PLN ULP KRIAN Sidoarjo lalai membawa kebiasaan buruk MEROKOK diatas tiang yang mengancam keselamatan masyarakat.
Sidoarjo, BERITA TEMPO ONLINE // Sabtu 25 April 2026 PLN adalah sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia yaitu sebuah perusahaan listrik negara yang bertugas sebagai penyedia utama layanan kelistrikan di seluruh negara. Selain memasok daya listrik, PLN juga menangani pembangunan, pengelolaan, dan pemeliharaan infrastruktur kelistrikan seperti pembangkit listrik, jaringan transmisi, dan distribusi daya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, bisnis, dan sektor publik.
Namun dalam prakteknya banyak sekali terjadi hal hal negatif yang mengiri perjalanannya, selain SDM pengguna tidak menutup kemungkinan kesalahan karyawan PLN juga bisa menyebabkan kecelakaan atau masalah operasional umumnya terkait dengan pelanggaran prosedur kerja, kurangnya pengetahuan, atau kurangnya perhatian.
Pelanggaran prosedur keselamatan karyawan seperti bekerja tanpa peralatan pelindung diri (APD) yang sesuai, tidak mematikan sumber tegangan sebelum melakukan perbaikan, atau tidak memasang tanda peringatan pada area kerja. Bahkan kurangnya komunikasi antar karyawan saat bekerja dengan tidak memberitahu rekan kerja atau masyarakat tentang pekerjaan yang sedang berlangsung, sehingga ada orang yang masuk area berbahaya tanpa menyadari.
Menyadari resiko besar yang dihadapi karyawan tidak boleh menyepelekan prosedur yang telah ditetapkan. Namun awak media pada Sabtu tanggal 25 April 2026 pukul 07.52 WIB tepatnya di Jalan Karangandong No 73 Karangandong Kecamatan Driyorejo Gresik, terlihat dua orang karyawan PLN sedang melakukan perbaikan kabel listrik yang bergelantung disisi jalan. Anehnya salah satu karyawan tersebut dengan santainya merokok dengan tetap melaksanakan tugasnya.
Padahal PLN umumnya memiliki program pelatihan dan pengawasan untuk mengurangi kesalahan semacam ini, namun faktor manusia tetap menjadi salah satu faktor risiko yang perlu diperhatikan. Sedangkan akibat korsleting kabel listrik bisa memicu antara lain percikan api yang menyulut kebakaran, putusnya suplai daya, kerusakan peralatan elektronik, dan risiko tenggelam listrik.
Bahkan selain karyawan PLN pun dilarang merokok saat bekerja atau di lokasi kerja, terutama di area yang berpotensi menimbulkan bahaya kebakaran. PLN telah menetapkan seluruh area tempat kerja sebagai kawasan dilarang merokok kecuali di tempat khusus yang telah disediakan.
Larangan ini didasari oleh beberapa alasan:
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): PLN menekankan keselamatan sebagai prioritas utama, dan merokok di area kerja, terutama yang berdekatan dengan fasilitas listrik atau bahan mudah terbakar, sangat berisiko.
Peraturan Internal ini terdapat Surat Keputusan Direksi PT PLN yang mengatur Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di lingkungan perusahaan. Larangan peraturan Pemerintahpun juga sejalan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia mengenai Kawasan Tanpa Rokok di tempat kerja dan tempat umum, seperti Peraturan Bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri, serta Undang-Undang Kesehatan.
Pelanggaran terhadap aturan ini dapat dikenakan sanksi, yang diatur dalam peraturan internal perusahaan dan potensi sanksi pidana/denda sesuai peraturan daerah setempat. Pimpinan atau penanggung jawab area kerja wajib memastikan larangan ini dipatuhi.
Sebagai seorang karyawan harusnya memberikan contoh pada masyarakat, agar tidak bermain-main dan menantang bahaya terhadap aliran listrik. Karena ini berkaitan dengan nyawa orang lain dan juga kerugian berupa material yang akan ditanggung oleh negara.( Red -- Iwan)
Via
headline
Posting Komentar